Radio Sebagai Media Infomasi dan Komunikasi

Radio Sebagai Media Infomasi dan Komunikasi – Perkembangan radio dimulai dengan fonograf (gramofon) yang ditemukan oleh Edison pada tahun 1877, yang juga dapat digunakan untuk memutar rekaman.

Radio Sebagai Media Infomasi dan Komunikasi

telecommute – Pada waktu yang sama, James Clerk Maxwell serta Helmholtz Hertz menjalankan eksperimen elektromagnetik untuk mempelajari fenomena yang disebut gelombang radio. Keduanya menemukan bahwa gelombang radio merambat dalam sebuah bola, seperti ketika kita menjatuhkan sesuatu ke dalam air yang tenang.

Riak yang dihasilkan oleh benda-benda yang jatuh dapat dengan mudah menggambarkan bagaimana gelombang radio merambat. Jumlah gelombang radio diukur dalam hertz.

Menurut wikipedia, Marconi adalah orang yang kemudian menggunakan dua penemuan di atas untuk mengembangkan sistem komunikasi gelombang radio pada tahun 1896. Upaya Marcoli saat itu hanya berhasil pada tahap menghidupkan dan mematikan (menghidupkan dan mematikan) gelombang radio. Kode telegram siaran. Lee De Frost kemudian menemukan tabung vakum pada tahun 1906.

Meskipun tabung vakum lemah, tabung vakum dapat menangkap sinyal radio. Di tahun yang sama, Reginald Fessenden menciptakan “siaran” pertama yang menggunakan telepon sebagai mikrofon. Charles Herrold mulai mengudara secara teratur pada tahun 1912.

Selain menjadi pelopor dalam penyiaran radio komersial, AT&T juga telah mengembangkan layanan penyiaran radio jaringan melalui saluran telepon. Selain memberikan keuntungan produksi berbiaya rendah dari program berkualitas tinggi (karena dicakup oleh setiap stasiun TV dalam jaringan), sistem jaringan juga menciptakan pasar yang lebih luas bagi pengiklan.

Baca juga : Beberapa Jenis Teknologi Beserta Manfaatnya

Radio kemudian memasuki zaman keemasan, periode sebelum Perang Dunia Kedua. Pada saat itu, penyiaran merupakan alat untuk menyebarkan informasi, hiburan dan pertemanan. Bagi individu pada saat itu, penyiaran sangat spesial. Pada saat itu, banyak stasiun radio memiliki orkestra sendiri yang memainkan program jazz atau simfoni.

Bahkan, sanggar tersebut sering memiliki sekelompok aktor teater. Setiap stasiun radio memiliki pendengar setianya masing-masing. Hal yang sama terjadi di dunia penyiaran saat itu. Bahkan jika peralatannya tertinggal dibandingkan dengan saat ini, siaran pada saat itu dianggap sebagai bagian dari “pesona penonton”. Staf penyiaran mengenakan tuksedo dan semuanya dilakukan secara formal. Gaya penyiaran formal formal berlanjut hingga akhir 1940-an.

Pada tahun 1960, dengan berkembangnya teknologi penyiaran yang menggunakan frekuensi FM, penyiaran radio memasuki masa yang penting. Teknologi FM sebenarnya ditemukan pada tahun 1930-an, tetapi pada saat itu hanya sedikit radio yang dapat menerima siaran FM. Meskipun area jangkauannya kecil, dibandingkan dengan siaran AM FM, suaranya lebih jernih dan memiliki efek stereo.

Keunggulan ini pada gilirannya mendorong pemilik radio AM untuk beralih ke radio FM. Puncak keberhasilan penyiaran FM dapat dilihat dari data yang dirilis Straubhaard pada tahun 1993 (2003: 163) yang menunjukkan bahwa 77% pendengar musik berada di wilayah penyiaran FM.

Perkembangan media komunikasi modern saat ini memungkinkan masyarakat di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi. Hal tersebut dimungkinkan karena terdapat berbagai media (saluran) yang dapat digunakan sebagai sarana penyampaian informasi.

Media penyiaran yaitu radio dan televisi merupakan salah satu bentuk media massa yang secara efektif dapat menarik banyak penonton. Oleh karena itu, media penyiaran memegang peranan yang sangat penting dalam ilmu komunikasi secara umum, khususnya dalam komunikasi massa.

Kemampuan media penyiaran dalam menyampaikan informasi kepada orang luas menjadikan penyiaran sebagai objek penelitian penting di luar ilmu komunikasi serta ilmu lainnya yaitu komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi.

Masa Awal Pembentukan Komunikasi Massa

Selama ada dokumentasinya, teori komunikasi bisa ditelusuri kembali ke era Yunani kuno. Saat itu, Corax memberikan ceramah tentang teori bahasa di pengadilan, yang kemudian dianggap sebagai prototipe keterampilan persuasif. Tiatis adalah salah satu murid Corax yang paling terkenal.

Era Tias kemudian digantikan oleh Aristoteles (385-322 SM) dan gurunya Plato (Plato, 427-347 SM). Kedua individu tersebut merupakan tokoh penting dalam perkembangan disiplin ilmu komunikasi.

Aristoteles mengatakan bahwa komunikasi merupakan alat bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam demokrasi. Aristoteles saat itu memposisikan komunikasi sebagai teknik berbicara dan menyusun argumen untuk disampaikan kepada audiens. Aristoteles menyampaikan bahwa tujuan komunikasi adalah untuk meninggalkan kesan positif pada percakapan tersebut sehingga pendengar dapat menerima apa yang dikatakan pembicara.

Plato juga mengatakan bahwa keterampilan komunikasi juga harus mencakup sifat bahasa, sifat manusia dan bagaimana manusia mempersepsikan kehidupan, tatanan alam, dan penelitian tentang alat apa yang dapat mempengaruhi manusia. Jelas, kedua karakter ini mengajarkan komunikasi sebagai keterampilan berbicara di depan umum.

Massa Periode 1980 – 1990

Periode ini disebut juga era informasi.

Ciri dari periode ini adalah: informasi sebagai komoditas. Saat ini informasi dan berita dianggap sebagai komoditas ekonomi yang dapat diperdagangkan. Periode ini juga menandai munculnya perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang bisnis informasi, seperti IBM, AT&T, dan Xerox.

Komunikasi di era ini telah menyuntikkan vitalitas ke dalam perkembangan telekomunikasi, percetakan, industri komputer, perbankan, penelitian dan hiburan. Separuh angkatan kerja di negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Swedia, dan Inggris bahkan bekerja di bidang informasi dan komunikasi.

Perkembangan media massa di Barubu.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi komputer, media massa pun mengalami perubahan besar. Media massa baru yang menggunakan teknologi komputer membuat proses pengiriman dan penerimaan pesan menjadi lebih hemat waktu, sederhana dan efektif.

TV saat ini tidak hanya digunakan sebagai media untuk menonton program, tetapi TV pada saat itu juga dapat digunakan sebagai perangkat sistem jaringan kabel, video game dan layar komputer secara bersamaan. Hal yang sama berlaku untuk ponsel. Jika telepon sebelumnya dibuat sebagai cara untuk berkomunikasi dengan individu, maka telepon dapat digunakan untuk komunikasi skala besar.

Memperkuat hubungan interdisipliner

Pada era ini, penelitian tentang pengiriman dan penerimaan pesan oleh individu, kelompok, organisasi, budaya, dan komunitas melibatkan bidang penelitian lain, seperti: 1) Psikologi kognitif; berfokus pada pemahaman, interpretasi, penyimpanan, dan penggunaan informasi. 2) Penelitian budaya; berfokus pada pengaruh sejarah, masyarakat dan budaya pada pembentukan, transmisi, interpretasi dan penggunaan informasi. 3) Ekonomi: Sebagai entitas ekonomi, ia berfokus pada produksi dan konsumsi informasi. 4) Ilmu komputer; fokus pada penyimpanan informasi, penggunaan kembali (retrieval), manipulasi dan transmisi. 5) Jurnalisme; fokus pada sumber informasi, konten, komunikasi publik dan media. 6) Pemasaran; memperhatikan kebutuhan pemakai (users) yang menggunakan berita, produk dan jasa.

Baca juga : Manfaat yang Didapat Dari Komunitas Bantuan Air

Teori Komunikasi pada Masa Kini

Sejalan dengan perkembangan zaman, teori komunikasi masih terus berkembang. Staubhaar, ahli teori komunikasi dari University of Texas di Amerika Serikat, mengatakan bahwa komunikasi saat ini dimediasi oleh berbagai bentuk teknologi media baru.

Media baru sebenarnya adalah media massa, dan konsepnya telah berubah dengan pesat seiring dengan perkembangan teknologi komputer, internet dan telekomunikasi digital. Pertumbuhan media baru juga diiringi dengan peningkatan konsumsi informasi secara kumulatif.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, rata-rata waktu menonton TV tahunan adalah 2.600 jam atau setara dengan 325 hari kerja efektif.Selama periode ini, proses perkembangan komunikasi biasanya mengikuti pola perubahan berikut: a) Perubahan cara pandang komunikasi, dari informasi ke berita Penekanan pada sumber telah bergeser ke makna penerima dan pasien. b) Bolak-balik dari satu arah, bahkan berputar (melingkar). c) Jadstatis berorientasi pada proses (berorientasi pada proses). d) Dari penekanan pada penyampaian informasi sampai pada penekanan pada penjelasan. e) Dari menekankan berbicara di depan umum hingga menekankan komunikasi pribadi, hubungan, organisasi, sosial dan media di lingkungan.

Facebooktwitteryoutubeinstagrammail